mungkin gak begitu menarik tapi moga aja menarik yah :D
yuk langsung saja liat dan di hanyati :P
#plak becanda aja hehehe checkidot
Ann
Tringle Dane Atau Bruce
Dane adalah seorang anak dari pengusaha ternama di Amerika Ayahnya , Claire Dammit selalu memanjakannya maklum , Ia adalah anak bungsu dari 5 bersaudara . Ia lulusan Universitas offord di London . Ia lulus sebagai sarjana perhotelan dan pariwisata sebenarnya , Dane mempunyai cita – cita lain , selain menjadi guru . Alasannya cukup aneh dia berkata , “ Waktu kecil aku suka bermain sekolah – sekolahan dan aku memaksa teman – temanku memilih aku sebagai guru .” Itulah jawaban konyol yang biasanya ia katakan kepada teman – temannya , bila teman – temannya bertanya , “ Apakah menarik menjadi seorang guru ?” Dane selalu menjawab pertanyaan – pertanyaan tersebut dengan jawaban konyol . Dane mempunyai selera humor yang tinggi dan berwajah ceria . Tetapi , dibalik semua keceriaannya , terdapat sebuah perasaan di hatinya bagaikan di sebuah “ KURUNGAN atau PENJARA .” Mr.Dammit selalu mengawasi Dane dan mengatur kehidupannya . Salah satu contoh , Waktu itu Mr.Dammit memaksa Dane bekerja di sebuah perusahaan milik temannya sebagai Manager . “ Gaji yang akan kamu terima setiap bulan cukup banyak”, kata ayahnya . “ Tetapi , disana aku tinggal dengan siapa ?” Dane bertanya kepada ayahnya . “ Bibimu , Jeanet , akan mencarikan sebuah apartemen untukmu . Kau harus terima pekerjaan itu . Kau akan mendapat fasilitas lengkap disana .” “ Tetapi semua teman – temanku ada disini .” , kata Dane sedikit mencoba membantah . “ Untuk apa kau pedulikan teman – temanmu . Yang harus kau pikirkan adalah masa depanmu”, Kata ayahnya dengan nada paksa . “ Tapi …….!” . “ Cukup , kau harus kesana . Besok , ayah akan menyuruh salah satu pegawai untuk memesankan tiket pesawat .” “ Tunggu , aku akan pergi kemana ?” , Dane bertanya . “ ke Chicago tentunya . Bibimu Jeanet , sekarang tidak tinggal di Kairo lagi . Ia dan suaminya pindah karena suaminya pindah kerja” , kata ayahnya . “ Baiklah ”, Jawab Dane sambil lesu .Dane masih jengkel dengan ayahnya . Malam ini ia tak bisa tidur dengan nyenyak . Ia berjalan mondar – mandir sepanjang kamarnya .
Ia mencoba menenangkan dari selama beberapa menit . Ia berbaring di tempat tidur sejenak . Tiba – tiba muncul “ Ide gila ” di kepalanya . Ia langsung lompat dari tempat tidurnya . Ia memasukkan beberapa pakain ke dalam ranselnya . Ia langsung mengganti pakaian , mengenakan jaket dan topinya . Ia segera memakai sepatunya , Dan bila kita ketahui , ide gila apa di kepalanya , yaitu “ KABUR” Ia kabur pada malam hari . Malam itu udaranya sangat dingin . Ia tidak peduli udara malam ini . Yang ia pikirkan sekarang hanya satu , “ Dimana aku harus menginap ?” Kemudian setelah Ia berjalan beberapa meter , Ia melihat sebuah Bar . Kemudian , Ia mampir ke tempat tersebut . Tiba – tiba , satu ide gila muncul di kepalanya . “ Permisi pak , apa disini disediakan sebuah kamar untuk 1 malam ?” “ Tentu saja ada . Ada satu kamar disini . Kalau kau jadi memesan , aku akan menyuruh anak buahku untuk mempersiapkan kamar untukmu . Apa kau jadi memesan ?” , Tanya penjaga Bar . “ Ya , tentu saja ” , jawab Dane . “ Siapa nama anda ?” Tanya penjaga Bar tersebut “ Dane Dammit .” “ Baiklah , kau naik ke lantai 2 . Kamarmu nomor 26 . Selamat beristirahat .” “ Terima kasih !” Dane bisa bernapas lega akhirnya . Tapi , Ia pun harus berpikir bagaimana caranya supaya ia bisa keluar dari kota ini dan punya kehidupan yang tenang tanpa diatur oleh siapapun . Setidaknya , malam ini Ia bisa tidur nyenyak .
Besoknya , di Bar tempat Dane menginap semacam ada “ guncangan besar .” Penjaga Bar mendengar kabar dari berita bahwa anak pengusaha ternama di Amerika bernama Dane Dammit telah hilang . Kabarnya , Mr . Dammit telah menyewa semua polisi di kota ini . Dane sudah tau bahwa ayahnya pasti melakukan hal tersebut Ia memikirkan cara bagaimana supaya bisa pergi dari tempat ini . Lalu , ia melihat sebuah jendela . Cepat – cepat ia mengambil ranselnya . Ini adalah ide gilanya yang ketiga . “ Aku harus lompat dari sini .” Dalam waktu detik , ia pun sudah meloncat dan jatuh kedalam sebuah truk semen yang sedang berjalan . Ia bersembunyi di truk tersebut dan melihat banyak polisi mengawasi jalan – jalan . Seorang polisi menyetop truk tersebut dan bertanya kepada sopirnya “ Kau mengangkut apa ?” “ Hanya beberapa sak pasir !” , kata pengendara truk tersebut dengan nada sedikit tersinggung .” “ Baiklah , terus jalan !” kata polisi tersebut . Dane pun sedikit lega mendengar polisi tersebut karena ia telah mengizinkan truk itu lewat . Tapi ada perasaan cemas yang timbul di hatinya , “ Truk ini akan pergi kemana ?” Akhirnya , truk tersebut tiba di sebuah kota . Sebenarnya tempat tersebut tidak bisa disebut “ kota ” . Sepertinya , tempat ini seperti sebuah daerah terpencil . Dane tidak pernah datang ataupun tinggal di tempat ini . Lalu ia melihat sebuah papan bertuliskan “ CORNER CITY 200m ” Setelah membaca papan tersebut , Ia langsung lompat untuk turun dan mencoba untuk berjalan ke Corner city .
Setelah berjalan beberapa meter , Ia pun beristirahat . Lalu , ia berjalan lagi dan akhirnya sampai di suatu kota yang sepi dan gelap . Kota itu mempunyai beberapa tanaman yang kecil dan indah . Itulah corner city . Dane bingung malam ini Ia harus tidur dimana . Terpaksa , Ia harus tidur di sebuah kursi didepan gereja . Paginya , Ia pun bangun , tetapi rasanya ia tidak tidur di kamar ini . Kemudian , seorang pastor masuk ke kamarnya dan menyapa “ Selamat pagi anak muda . Tadi malam kau tidur di bangku depan serambi gereja . Kemudian aku membawamu ke kamarku .” “ Lalu , tadi malam anda tidur dimana ?” , Tanya Dane “ Di ruang sakristi , oh ya aku ingin memperkenalkan diri namaku Sean David . Biasanya , orang – orang memanggilku dengan” Bapa David . Sekarang , gantian aku bertanya , siapa namamu ?” Sejenak Ia pun berpikir , dalam hati Ia berkata Ia harus mengganti identitasnya agar polisi – polisi konyol itu tidak dapat menangkapnya . Lalu , pastor itu mengulangi pertanyaannya kembali , “ Siapa namamu ?” Muncullah sebuah nama di otak Dane dan Ia pun berkata “ Bruce Dames .” Dane mengganti namanya agar tidak ada orang yang tahu karena di kota ini tidak mungkin ada berita yang mengatakan ada berita yang mengatakan bahwa “ Anak seorang pengusaha ternama di Amerika , Dane Dammit telah kabur dari rumahnya tadi malam !” Sekarang , Ia sudah mempunyai kehidupan yang didambakannya selama ini , yaitu hidup sendiri dan tidak ada orang yang mengatur hidupnya . Sekarang yang harus dipikirkan Dane adalah mencari pekerjaan Ia tidak peduli apapun pekerjaan yang didapatnya . Tukang sapu , Pelayan Bar , Supir , ataupun Kuli bangunan - pun tidak masalah .
Pagi ini , Dane ingin jalan – jalan di sekitar daerah ini . Sambil berjalan – jalan , Ia pun mencari lowongan kerja . Tetapi , ia sudah berjalan beberapa meter dan akhirnya , pada saat senja , Ia memutuskan untuk pulang . Sesampai ia dirumah Bapa David , Dane pun bertanya , “ Bapa , apa ada sebuah tempat yang membutuhkan seorang pegawai ?” “ Kebetulan , ada sebuah sekolah katolik milik seorang biarawati bernama Suster Cecilia . Ia juga yang menjadi kepala sekolah disekolah tersebut Sekolah itu bernama “ SANTO MAXIMIUANUS MARIA KOLBE .” Tetapi kau harus tahu bahwa Ia seorang kepala sekolah yang galak , misterius dan penuh rahasia karena itu , banyak guru yang tidak tahan terhadap kelakuannya . Tetapi yang lebih aneh , guru yang selalu mengundurkan diri adalah wali kelas 1B . Sedangkan wali kelas yang lain bisa bekerja dan mengajar dalam jangka waktu lama . Bahkan ada yang lebih aneh lagi , setiap orang yang menjadi guru kelas 1B , mereka bisa gila . Contohnya , Benn Stewart . Ia adalah salah satu wali kelas 1B yang sempat mengajar di kelas ini . Waktu itu Ia menyuruh semua muridnya untuk menggambarkan sebuah pemandangan . Pada saat memeriksa semua gambar murid – muridnya , Ia melihat sebuah gambar yang jarang digambar oleh bocah berumur 7 tahun lainnya . Ia melihat seorang wanita memegang sebuah pisau bertetesan darah dan wanita itu berdiri diatas kobaran api sambil berteriak “ Tolong .” Diatas gambar terdapat gambar tengkorak . Tidak tahu apakah yang ada dibalik kamar mandi sambil membenturkan kepalanya kekaca . Ia bertindak seperti orang gila . Lalu , Ia dimasukkan ke ….!” “ Tunggu bapa , untuk apa anda menceritakan semua itu kepadaku ?” Tanya Dane . “ Kau mencari pekerjaan dan aku harus membantumu Bruce . Bila kau mau , kau bisa melamar menjadi seorang guru di kelas 1B . Mungkin kau menjadi guru yang dapat bertahan lama untuk mengajar murid – murid tersebut . Ada lowongan pekerjaan guru untuknya . Dalam hatinya Ia bimbang . “ Menjadi guru ?” Itu memang cita – citaku sejak kecil . Aku seharusnya bilang “ Baiklah , aku terima tawaran tersebut .” “ Tetapi , ia masih memikirkan kesempatan “ emas sekaligus maut ” tersebut . Disatu sisi , Ia ingin sekali mewujudkan cita – citanya sebagai guru . Tapi dilain sisi, Ia tidak mau jiwanya rusak seperti yang dialami oleh Benn Stewart . Sebenarnya , Ia ingin sekali langsung menerima lowongan kerja tersebut . Sekarang Ia berusaha untuk memendam keinginan itu .
Besok paginya , Dane mencoba untuk jalan – jalan sambil mencari lowongan pekerjaan . Ia mencoba untuk masuk ke sebuah Bar . Lalu , Ia memesan coklat panas dan pada saat seorang pelayan mengantar pesanannya . Ia bertanya kepada pelayan itu , “ Apakh Bar ini membutuhkan seorang pelayan . Aku bisa membuat kopi , mengantar pesanan . Bahkan , aku bias membersihkan semua ruangan disekitar sini . Aku bisa ….!” , “ Tidak ada lowongan disini !” , kata pelayannya dengan nada membentak . “ Mungkin saya bisa membersihkan ….!” “ Tidak ada . Kami malah memiliki banyak karyawan yang sudah kerja disini .” “ Tapi ….!” “ Sebaiknya kau pergi dulu . Mungkin banyak lowongan sebagai tukang sapu .” Kata pelayan bar dengan nada sedikit mengusir . Dane langsung menyodorkan sejumlah uang dan Ia tidak meminum coklat panasnya .
Malamnya , Dane langsung pulang ke rumah Bapak David . Ia tidak ikut makan malam . Ia langsung ke kamar untuk memikirkan tawaran menjadi seorang guru yang mengajarkan murid – murid misteriusnya . Tapi rasanya Ia harus menerima tawaran itu . Ia tidak bisa terus – terusan menjadi pengangguran dan terus – terusan menumpang . Dan pada akhirnya , Ia memutuskan untuk menerima pekerjaan tersebut . Paginya , Ia sarapan dengan Bapa David dan begitu Ia selesai meminum tehnya , “ Bapa , tolong antarkan aku ke sekolah itu !” . katanya dengan rasa sedikit ketakutan . Sepertinya , Bapa David mengerti apa yang dimaksudkan Dane . “ Jadi , kau akan …..?” “ Ya , Bapa Aku siap menerima tawaran tersebut . Bapa David pun sangat kagum kepadanya . “ Kau sungguh berani !” Bapak David dan Dane akhirnya pergi ke sekolah itu dan menawarkan diri sebagai guru. Dane mengajar sebagai guru kesenian dan dia juga sebagai wali kelas 1B . Beberapa bulan berlalu akhirnya di menemukan seorang anak dan melihat gambar itu. Nama anak itu adalah Indiani Putri Asari Istiani. Kadang anak itu di panggil teman sekelas Putri. Dane pun menanyakan pada anak itu. Tapi dia diam saja tanpa suara . Dane berusaha untuk mencari informasi , mengapa anak itu mendapat pikiran atau khayalan kayak gitu . Secara pribadi Dane menyuruh seorang teman sekelasnya untuk memanggil anak itu . Akhirnya anak itu datang dan bertanya “Mengapa bapak memanggil saya ?” Dane menjawab pertanyaan anak itu “Putri , bapak memanggil kamu karena gambar kamu unik sekali beda dengan anak – anak yang lain.” “Bapak ingin bertanya dari mana kamu mendapat ide itu ?” Tiba – tiba anak itu menangis perlahan – lahan Dane menghibur dia . Akhirnya anak itu bercerita padanya tentang suatu kejadian yang dia alami . Dia bercerita bahwa ayah dan ibunya telah meninggal dunia sekarang dia di asuh oleh bibi dan pamannya yang galak sekali padanya , dia dilarang untuk bermain bersama teman – temannya di rumah dan banyak peraturan yang di tulis oleh paman dan bibi itu . Apabila dilarang dia akan mendapat hukuman yang berat sekali dan apabila pamannya mengetahui ulangannya jelek dia akan dipukul menggunakan sabuk kalau tidak menggunakan rotan . Akhirnya Dane sadar bahwa peristiwa yang dialami juga sama dengan anak itu . Walaupun orang tuanya masih ada dan memiliki keluarga yang lengkap . Dane menghibur anak itu dan berkata “Putri walaupun paman dan bibi jahat sama kita lebih baik kita menuruti apa yang mereka minta dan mereka pasti akan sadar bahwa hukuman yang mereka berikan pada kamu adalah tidak benar bahkan mereka akan bahagia bila kamu anak yang palig pintar di sekolah , tidak ada orang di dunia ini yang jahat sama kita kecuali kita berbuat jahat sama orang lain pasti orang tua kamu juga bahagia kalau kamu pintar dan mendapat nilai yang baik !” Anak itu berhenti menangis dan memandang Dane dan berkata “Dari mana bapak bisa mengatakan itu pada aku sedangkan bapak sendiri sedang ada masalah terhadap keluarga bapak?” Dane kaget mendengar ucapan anak itu dia berbisik dalam hati “Darimana anak itu tau bahwa aku ada masalah dengan keluarga aku ? Apakah dia dapat membaca pikiran orang.” Anak itu mengatakan “Sebetulnya aku tetangga bapak.” Anak itu berbisik “Nama bapak adalah Dane kan?” Dane mengangguk tiba – tiba bel di sekolah itu berbunyi dan dane menyuruh anak itu kembali ke kelasnya . Sekarang Dane tau darimana anak itu mendapat ide gila yang menakutkan para guru tapi bagi Dane gambar itu sangat menarik baginya dan tidak ada sesuatu hal pun yang terjadi pada dirinya . Apakah mungkin karena Dane sudah mengenali anak itu ataukah mungkin itu hanya isu saja . Tapi bagi Dane semuanya adalah sama dan cita – cita Dane menjadi seorang guru sudah tercapai . Dane tidak tau apa kabar keluarganya itu . Dalam hati Dane menyesal karena kabur dari rumah tapi disisi ini Dane bisa hidup dengan tenang tanpa ada gangguan atau pun larangan untuk ini itu . Itulah hikmah yang dapat diambil oleh Dane sekarang